AMANAH DAN TANGGUNG JAWAB
Ahmad Faisal Marzuki
Assalāmu’alaikum
wa RahmatulLāhi wa Barakatuh
BismilLlāhir Rahmānir Rahīm
Wa
bihi nasta’inu ‘alā umrid-dunya wad-dīn
Allāhumma innī a’ūdzu biridhāka min sakhatika - Ya Allah sungguh hamba berlindung dengan ridha-Mu
daripada murka-Mu
Wa a’ūdzu bimu’āfātika min ’uqubatika - Dan hamba berlindung dengan kesejahteraan-Mu daripada
siksa-Mu
Wa a’ūdzubika minka - Dan hamba
berlindung kepada-Mu dari kejahatan makhluk-Mu
La uhshī tsanā-an ’alayka anta - Tak terhingga pujian hamba kepada-Mu sendiri
Kamā atsnayta ’alā nafsika - Sebagaimana
Engkau sanjung atas diri-Mu sendiri. [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i]
|
O |
bjek struktur sosial di bangun dari diri sendiri. Berlanjut dalam bentuk keluarga. Selanjutnya meningkat menjadi kumpulan keluarga-keluarga. Lebih besar dan agak terarah (perlu adanya tata organisasi, management dalam disiplin dan tata-tertib serta motivasi dan visi) adalah kumpulan yang disebut comunity. Kalau comunity ini sukses, maka kemudian meningkat menjadi society yang membentuk peradaban. Struktur semacam yang terakhir inilah yang dikehendaki Allah dalam ajaran Islam yaitu adanya the social order yang bersifat humanity yaitu berkesadaran kemanusiaan sebagai ciptaan Allah yang tertinggi yang berpotensi sanggup mengemban amanah Allāhu Rabbul ’ālamīn sebagai khalifatul fil ardh dalam memakmurkan bumi. 1
Dalam social order artinya, berketeraturan hidup yang berjalan dalam tata tertib yang dipatuhi. Untuk itu diperlukan kesadaran sosial yang tinggi dalam berdisiplin dimana the social order tersebut ditegakkan secara bertanggung jawab oleh anggota comunitynya secara bersama-sama. Dari community, oleh community, dan untuk community dalam bingkai Islam sebagai agent of community development (amar ma’ruf) dan agent of community change (nahi munkar).
Jika kondisi mental sudah terbentuk seperti itu, maka keteraturan hidup dalam tata tertib masyarakat siap ditegakkan, selanjutnya dijalankan dalam kesehari-harian hidup (berkesadaran, ikhlas, konsekuen dan istiqamah), maka Insya Allah akan tercapai suatu keadaan puncak peradaban dari comunity dan society sebagaimana yang digambarkan dalam firman Allah Azza wa Jalla tersebut sebagai berikut yang artinya:
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda
(kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah
kanan dan di sebelah kiri. 2
(Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu
dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu 3 dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri
yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". 4
●●●
Bertolak belakang secara diametral dari uraian diatas adalah adanya suatu pandangan bahwa Amerika ini adalah free country yang membuat confuse anak-anak muda kita bahkan kita (orang tua) sendiri mengartikan fredom tadi. Yaitu adalah hidup semau gue. Artinya jangan diatur-atur hidup kami (leave me alone), apa memang iya seperti itu ?
Ada sebuah firman Allah Pencipta Alam Semesta dalam bentuk sebuah pertanyaan kepada kita (yang mesti kita perhatikan dengan seksama) bahwa, ada kecenderung suatu masyarakat yang menghandalkan hidup free country – bebas aturan; semau gue; tak ada kesadaran berdisiplin dalam bertata-tertib, sebagai berikut dibawah ini yang artinya:
Apakah manusia mengira, (bahwa) dia (hidup) akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungan-jawaban)? [QS Al-Qiyaamah 75:36]
Sekarang begini, apakah kita bisa mengemudikan kendaraan lebih cepat dari tanda lalu lintas katakan jalan raya bebas hambatan seperti 270 atau 495 bahkan jalan toll 200 yang diresmikan 2 tahun yang lalu. Palang tanda lalu lintas 55, paling banter dalam prakteknya masih dibolehkan sampai 60 miles perjam. Coba lebih dari itu kena tiket (tilang). Artinya tidak boleh. Bolehkah kita pekerja di perusahaan katakalah mulai kerjanya dari 9am to 5pm, lantas kita masuk lebih dari jam 9am atau pulang lebih dulu dari jam 5pm?
Atau seorang manager toko yang ditargeti penjualannya 2 juta dolar perbulan sedangkan targetnya kurang dari itu. Bahkan kalau punya usaha dimana expenses totalnya 1,5 juta dolar sedangkan total salesnya 1,1 dolar.
Contoh diatas ini hanyalah sebagai ilustrasi, free country itu hanya sebuah pomeo saja. Pelemak-lemak omongan saja, agar tidak terlalu stress. Tidak yang sebenar-benarnya ada free, yang ada adalah tanggung jawab (yang mau dipikulnya) dari pemberi amanah. Seperi pengendara kendaraan mempunyai Drivers License. Artinya berhak mengemudikan kendaraan di jalan raya (dapat amanah), namun mesti mematuhi peraturan lalu lintas (tanggung jawabnya).
Bekerja sebagai manager dapat gaji melebihi dari pegawai biasa (amanah), namun performance-nya setidak-tidaknya mencapai target (tanggung jawab). Pemilik perusahaan mau mendapat untung (amanah), maka kewajibannya mesti menjual yang melebihi expensesnya (tanggung jawab).
●●●
Barang kali, boleh-boleh saja kita untuk bersemau gue dalam memilih style hidup seperti itu, tapi hasilnya beda. Contoh coba lihat setiap ada acara inauguration High School dalam daftar anak lulusannya, yang dapat tanda bintang apakah bintang satu, dua bahkan tiga dari namanya sangat beda. Kebanyakann nama-nama pendatang lebih unggul ketimbang penduduk asli Amerika. Karena rata-rata anak-anak imigran belajarnya lebih giat, tertib, punya motivasi yang jauh lebih baik dari anak-anak Amerika sendiri. Artinya anak-anak imigran ini tidak mudah terkecoh dengan pomeo free country yang membuatnya jauh lebih rendah kwalitasnya dari anak-anak pendatang baru.
Coba perhatikan pula firman Allah Yang Maha Cerdas (Ar-Rasyīd) sebagai yang dinyatakannya yang artinya sebagai berikut:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. [QS At-Tin 95:4]
Artinya daya kerja EI (Emotional Inteligent, hati) dan IQ (Inteligent Quotion, otak) yang diciptakan Allah swt merupakan potensi yang dapat digunakan untuk mencapai kemajuannja, terutama dalam comunity dimana satu dan lainnya saling menopangnya. Yaitu, yang kurang ditutupi oleh yang lebih dari anggota yang lain, begitu sebalik, dst.
... kecuali (bagi) orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. [QS At-Tin 95:6]
Potensi itu bisa melahir menjadi kenyataan melalui iman kepada-Nya (dengan mematuhi perintah, anjuran, motivasi, dan larangan-Nya yang terdapat ilmu-ilmunya dalam ayat-ayat al-Qur’an, As-Sunnah, dan ayat-ayat Kauniyah yang terdapat di alam dan alam manusia) 5 dan bekerja bersama dalam jamaah 6 yang bertata tertib aturan yang rapih, berdisiplin dan mempunyai motivasi yang jelas (akhlak manusia dalam ber-hablum minnas). Dalam rangka mencapai kebahagian dunia dan akhirat 7 bersama saudara seiman. Dan keharmonisan dan kedamaian hidup di dunia bersama umat yang lain. 8
Nah, bagaimana
halnya kesungguhan kita dalam: Misi; Visi; Kepiawai dalam menjalankan dan
menggerakkan organisasi dan management yang perlu ditopang pula oleh ilmu-ilmu
ajaran Islam dan ilmu kauniyah, peribadatan yang konsisten dan istiqamah oleh
individu-individu comunity dan pengurus IMAAM. Tanggung jawab kita kedepan semakin
menantang (cukup berat, dalam menjalan hidup sebagai khalifah-khalifah-Nya) 9
dengan adanya Mesjid IMAAM Center dan pembinaan generasi muda english speaking yang sekarang terlihat
signifikansi cikal bakal untuk berpartisipasi aktif dalam IMAAM Youth (?).
Jawabannya ada ditangan comunity itu sendiri. Ya, anggotanya. Ya, pada
pengurusnya. Ya, kemauan youth-nya sendiri. Ya, kita semua! Cukup cerdaskah
kita menangkap makna pesan keempat ayat dari tiga surat firman Allah tersebut
diatas? Semoga demikianlah hendaknya (dapat menangkap dan mengamalkannya), amīn
ya Mujib Basa Ilin. Ya Arhamar Rahimīin. □ AFM.
Catatan
kaki:
1 “Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya,” [QS Hud 11:61]
2 Pertanda adanya kemakmuran hidup
3 Pertanda adanya keberkahan dalam hidup
4 Pertanda adanya rahmat dan ridha Allah
5 Alam Kauniyah
Manusia yang terdapat dalam ilmu-ilmu: Antropologi; Ilmu Jiwa; Ilmu Sosiologi;
Sejarah; Ilmu Organisasi dan Menegement; Filsafat Manusia; Ilmu Ekonomi dan
Perdagangan; Ilmu Hukum.
Dasar-dasar dari ilmu-ilmu Manusia dalam ayat Qauliyah sebagai sumber ilmu (juga standard peneraan kebenaran ilmu kauniyah yang dirumuskan oleh manusia) seperti: Sejarah; Ilmu Sosiologi; Sejarah; Organisasi dan Management; Filsafat Hidup Manusia; Ilmu Ekonomi dan Perdangan; Ilmu-ilmu Hukum; Jatuh bangunnya suatu peradaban, yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an.
6 Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang (berjamaah dalam organisasi, comunity, society) di jalan-Nya dalam barisan yang teratur (organisasi dan management) seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. [QS Ash-Shaff 51:4]
7 Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (iman, taqwa, akhlak, hikmah, ilmu, tenaga, waktu, akal, rezeki, kesehatan). Tetapi, janganlah kamu lupakan bagianmu (share, peran) di dunia (sebagai khalifah-khalifah pemakmur bumi - agen pembangunan, dengan membangun peradaban sebagai ladang ibadah). [QS Al Qashash 28:77]
8 Dan berbuat baiklah (kepada semua orang dan lingkungan hidup), sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu..... . [QS Al-Qashash 28:77]
9 Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan kepadamu.... .[QS Al-An’ām 6:165] □□