Thursday, February 14, 2019

Wisata Linggai Danau Maninjau




KATA PENGANTAR


Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau; Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau. [Presiden Soekarno]


D
anau yang berada di sebuah kecamatan yang tenang, damai dan masih bernuansa pedesaan. Bukit-bukit menghiasai dinding alam Maninjau, hamparan sawah dengan pohon-pohon kelapa menari-nari di tepi danau. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno saat berkunjung ke sana pun terpesona dengan keindahan danau vulkanik itu.

Dalam menggambarkan bagaimana eksotiknya Kampung Danau Maninjau, beliau mengungkapkannya dalam sebait pantun, “Jika makan pinang, makanlah sirih hijau. Jangan ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau."

Kali ini yang akan dikupas bahas adalah Kawasan Linggai yang terletak di tepi pantai Barat Laut (Salingka) Danau Maninjau, sebagai salah satu gerbang wisata untuk menikmati keindahan Salingka Maninjau. Dan saksikan pula video “Linggai Park Maninjau” dan video drone “Pemandangan Sekitar Danau Maninjau.” Mari kita ikuti paparannya, dan video serta video dronenya.


WISATA LINGGAI DANAU MANINJAU
Oleh: A. Faisal Marzuki


PENDAHULUAN

D
estinasi pertama yang wajib bagi para pelancong di tanah Minang, selain Jam Gadang Bukittinggi adalah Danau Maninjau. Danau ini dikenal sebagai danau terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat setelah di urutan pertama, yaitu Danau Singkarak. Lokasinya berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Meski berjarak 140 km dari Kota Padang, danau ini menawarkan pemandangan eksotis yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Ada sebuah kisah, Presiden Pertama R.I. Ir. Soekarno pada suatu ketika berkunjung ke Danau Maninjau dan takjub dengan keindahannya. Untuk mengungkapkan kekagumannya tersebut ia menulis sebuah pantun yang berbunyi: "Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau; Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau". Pantun yang ditulis oleh Presiden pertama RI ini, cukup mewakili untuk menggambarkan keindahan panorama alam Danau Maninjau nan eksotis.

Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Merapi yang kedalamannya mencapai 495 meter dengan ketinggian 461,5 meter dengan luas hampir 99,5 km persegi. Keindahan Danau Maninjau ini sangat khas, tidak kalah dari danau-danau romantis lainnya. Danau ini meyuguhkan kesan so sweet bagi yang melihatnya, danau juga bisa kita lihat dari jarak jauh yaitu dari Puncak Lawang dan Kelok 44 yang terkenal untuk menuju Maninjau.



OBJEK WISATA LINGGAI DANAU MANINJAU

L
inggai, sebuah objek wisata yang terletak di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pernah menjadi sebuah objek wisata unggulan di Agam. Kala itu, setiap hari libur, apalagi hari raya Idul Fitri, dan libur panjang sekolah, Linggai selalu ramai. Objek itu sudah dilengkapi dengan mushalla, WC, air bersih, restoran, dan menara tinjau.

Namun, kini berembus angin segar dari Pemerintan Provinsi Sumatera Barat, melalui Wakil Gubernur Nasrul Abit. Menurutnya, dalam sambutannya ketika membuka iven Festival Pesona Danau Maninjau, Kamis (3/11), di taman Muko-Muko, Objek Wisata Linggai akan dibangun tahun 2018 sampai 2020, lihat gambar di bawah.



Angin segar itu setidaknya memberi harapan kepada pelaku pariwisata di Agam, terutama mereka yang berada di Maninjau, Tanjung Raya. Mereka mesti bersiap-siap menyambut “kembalinya” objek yang selama ini mati suri itu.

Linggai merupakan objek wisata yang akan dibangun secara maksimal di Kabupaten Agam. Menurutnya, Linggai akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti layaknya objek wisata layak jual. Jalan masuk pun akan diperlebar.

Kepala Disparpora Agam, Erniwati di ruangan kerjanya, Kamis (17/1) mengatakan, Pembangunan ini merupakan tahun ketiga. Banyak yang harus kita persiapkan untuk Wisata Linggai ini, seperti pembangunan pagar, mushala, parkir dalam, gazebo, jalan pedestrian dalam kawasan, taman dan lainnya,” sebut Erniwati. Menurutnya, hingga saat ini pembangunan baru mencapai 40 hingga 50 persen. Direncanakan Linggai akan dijadikan sebagai lokasi Festival Pesona Danau Maninjau berskala nasional pada 2020 mendatang.

Dengan demikian, pihaknya berupaya jelang iven berskala nasional itu dimulai, Wisata Linggai sudah bisa dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan sekaligus dipromosikan pada wisatawan. “Kita akan minta bantu pada DPUTR Agam untuk membangun jalan lingkar menuju objek wisata. Karena lokasi diluar kawasan, kita tidak bisa membangunnya,” katanya.

Kabid Pengembangan Destinasi Disparpora Agam, Atriswan menambahkan, pembangunan sudah dilakukan sejak 2017 dengan master plan baru. Di sini pengunjung nanti bisa menikmati view Danau Maninjau, pulau bangau, perbukitan selingkar danau dan juga dapat berfoto di branding.

Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, wali nagari dan jorong terkait keramba yang berada di kawasan wisata Linggai untuk dapat dibersihkan. Apabila Linggai telah selesai tidak ada lagi keramba di sekitarnya. “Jika di kawasan wisata Linggai steril dari keramba, kita juga bisa bentuk wisata air di danau tersebut,” ujarnya.

Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menargetkan Objek Wisata Linggai di Danau Maninjau bisa dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara pada akhir tahun 2018. "Saat ini sedang proses pembangunan pusat kuliner, pusat informasi dan lainnya," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Agam, Jetson di Lubukbasung, Kamis. Pembangunan ini merupakan tahap kedua yang dimulai semenjak Juli 2018.

Objek Wisata Linggai ini mulai dibangun semenjak 2017. Pada tahun lalu membangun dermaga dan fasilitas lainnya. Keberadaan Objek Wisata Linggai ini menambah destinasi wisata di daerah itu, karena pemandangan Danau Maninjau cukup bagus di lokasi itu. Dengan itu, tambahnya, membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar dari jualan makanan, souvenir, jasa transportasi dan lainnya.

Anggota DPRD Agam, Irfan Amran menambahkan, pemerintah harus membangun lokasi permainan bagi anak-anak seperti, pemandian, taman dan lainnya. Ini untuk daya tarik bagi wisata ke daerah itu, sehingga jumlah kunjungan akan banyak.


PENUTUP

P
royek objek turis Linggai ini sangat strategis bagi pengembangan dan kemajuan Selingkar Maninjau. Dengan itu dapat mengalihkan usaha karamba yang sudah berlebihan - terbukti sangat mencemarkan air danau dan lingkungan hidup sekitarnya - ke usaha industri parawisata. Pendapatan penduduk sekitarnya akan bertambah dari usaha industri parawisata ini yang bersih lingkungan.

Dengan Kawasan Selingkar Maninjau steril dari keramba, alam menjadi lestari. Dengan itu, minat parawisata akan meningkat. Pendapatan penduduk meningkat. Alam tidak lagi menjadi bencana akibat ulah usaha karamba yang berlebihan, melainkan akrab lingkungan antara alam dan manusia.

Perhatikanlah peringatan dan pelajaran erta penghargaan dari Allah ‘Azza wa Jalla ini yang artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar-Rūm 30: 41-42)

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’rāf 7:56-58)


Demikianlah tugas manusia yang diciptakan beribadah kepada-Nya. Juga Sebagai Khalifah pemakmur kehidupan manusia di bumi, dan menjaga alam dan lingkungannya. Bumi dan lingkungan sehat, manusia pun sehat. Datanglah rahmat-Nya dengan mendatangkan sehat yang kita menjadi kuat. Dapat bekerja dengan baik yang membawa kita sejahtera dan maju. Baik dan sejahtera di bumi dan insya Allah baik dan sejahtera pula di akhirat. Āmīn, Allāhumma amīn.

Last but not least uraian ini kami tutup dengan mengambil sebuah pantun yang dituliskan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Haji Ir. Soekarno: “Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau; Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau”. Billahit Taufiq wal-Hidayah. □ AFM.


Saksikan pula gambar hidupnya dalam vide0 (klik --->) LINGGAI PARK MANINJAU dan video drone (klik --->) PEMANDANGAN SEKITARDANAU MANINJAU.


Sumber:
□https://www.gomuslim.co.id/read/destinasi/2016/10/15/1821/danau-maninjau-magnet-keindahan-panorama-alam-di-tanah-minang.html
□http://www.sumbarprov.go.id/details/news/9114
□https://amcnews.co.id/2019/01/17/akan-dijadikan-lokasi-festival-pesona-danau-maninjau-pengerjaan-wisata-linggai-dikebut/
□https://sumbar.antaranews.com/berita/231628/linggai-ditargetkan-bisa-dikunjungi-akhir-2018
□https://travel.kompas.com/read/2012/11/04/10020731/Jangan.ke.Ranah.Minang.kalau.Tak.Mampir.ke.Maninjau
□Facebook Wenef Rizal, melalui akun share facebook Herlina Hasan Basri
https://www.facebook.com/wenef.rizal/videos/2314365491915555/ 
https://metrokerala.com/the-beauty-of-lake-maninjau-indonesia/
https://www.youtube.com/embed/x9cfXthaVnM 
Dan sumber lainnya. □□ 

Tuesday, February 5, 2019

Kota Berezniki ditelan Bumi


Kota Berezniki  ditelan Bumi



Bumi yang menopang kehidupan manusia, telah tidak bersahabat lagi dengan manusia.  Ini adalah akibat perilaku manusia sendiri.


Data-data Kota dan Perusahaan

K
ota bernama Berezniki berada di pinggir sungai Kama. Tercatat pada tahun 2012, berpenduduk sebanyak 153.806 orang. Terletak di kawasan Prem Krai, Rusia bagian barat. Kota ini yang tengah surut, sedang ditelan bumi. Akibat penambangan garam kalium karbonat yang berada di bawah kota Berezniki. Pelahan menelan kota tersebut. Penambangan ini terjadi mulai pada masa Rezim Soviet Komunis berjaya yang melakukan penambangan besar-besaran.

Uralkali adalah produsen dan eksportir pupuk kalium Rusia. Hasil produksinya diperdagangkan di Bursa Moskow menggunakan simbol, URKA. Aset Perusahaan terdiri dari 5 tambang dan 7 pabrik pengolahan hasil tambang yang terletak di kota Berezniki dan Solikamsk. Uralkali mempekerjakan sekitar 11.000 orang. Pendirinya adalah Pemerintah Soviet Tertinggi dari Ekonomi Nasional. Didirikan pada tahun 1964. Kantor Pusat terletak di Berezniki, Rusia.

Setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991, populasi kota turun karena meningkatnya pengangguran. Namun demikian, kota ini mampu menjaga industri utamanya tetap pada jalurnya. Pabrik kimia besar seperti pabrik titanium dan natrium serta beberapa tambang Potassium, Magnesium, dan Potash yang sangat besar beroperasi di Berezniki.

Tambang kalium, yang dimiliki oleh Uralkali, adalah dasar dari kekayaan Dmitry Rybolovlev yang menjual kepemilikannya pada tahun 2010 kepada Suleyman Kerimov. Tambang ini didukung dari sumber pertambangan yang berada bawah tanah. Terletak sekitar 1.000 kaki atau 300 meter di bawah tanah kota, komposisinya terdiri dari garam larut yang dilarutkan oleh air yang membanjiri tambang.

Kota itu, bekas kamp kerja - kamp-kamp kerja paksa, kamp hukuman, kamp kriminal dan politik era kejayaan Soviet - Tambangan ini dibangun di dekat lokasi kamp kerja yang  di bawahnya terdapat sumber material tambang. Beberapa galian lubang besar, telah dibuka di dalam kota. Situasi ini membutuhkan pemantauan keselamatan kota sepanjang waktu.

Masalahnya pada sebagian dari tambang bawah tanah dalam kenyataannya bekas lubang penggalian tidak diisi dengan benar, di masa depan akan berakibat dampak negatif, dan dipertimbangkan pula untuk merelokasi kota.

Ketika dibuka pada tahun 2007 lubang kawah awalnya memiliki panjang 80 meter, lebar 40 meter, dan kedalaman 200 meter. Pada tahun 2012, lubang kawah itu meluas.  Lubang kawah terbesar ini oleh penduduk setempat dijuluki "The Grandfather". Lebar 310 meter, panjang 390 meter, dan kedalaman 240 meter. Kemudiannya, lihat gambar diatas, menghancurkan sebagian dari satu-satunya jalur kereta api yang mengarah ke dan dari tambang kalium. Berezniki memproduksi sekitar 10% dari kebutuhan kalium dunia. Pengurasan sumber daya alam ini berpotensi merusak lingkungan.  


Musibah Yang Terjadi

M
usibah besar terjadi pada tahun 2014 di tambang kalium Solikamsk-2 Uralkali bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Selama tiga puluh tahun terakhir, banyak kecelakaan serupa, yang disebabkan oleh penurunan permukaan tanah yang terjadi tiba-tiba, di tambang kalium yang berlokasi di dan sekitar kota Berezniki dan Solikamsk yang terletak di kawasan Perm, Rusia.

Berezniki dan Solikamsk, kota terbesar kedua dan ketiga dari kawasan Perm, berada di tambang “ranjau bawah tanah” yang sudah ditinggalkan sejak lama. Beberapa di antaranya berjarak sekitar 200-300 meter dari permukaan. Lubang kawah besar pertama terjadi di tambang kalium Berezniki tambang #3 pada tahun 1986, kemudian dibanjiri air. Sekarang memiliki lubang kawah dengan ukuran 210 x 110 meter.

Pada antara tahun 1993 sampai dengan 2005, terjadi beratus kali gempa bumi dengan kekuatan bervariasi dari 2 hingga 5 skala Richter, tercatat di wilayah Berezniki-Solikamsk.

Gempa bumi yang tak terhitung jumlahnya itu disebabkan oleh runtuhnya terowongan bawah tanah dari tambang kalium, yang ditambang tanpa henti, mengurasnya selama 70 tahun produksi.

Pada bulan Oktober tahun 2006, untuk mencegah implikasi bencana dari masuknya air garam yang tiba-tiba, namun tak terhindari, tambang kalium Berezniki tambang #1 Uralkali dibanjiri air. Setelah peristiwa itu, terbentuk tiga lubang kawah utama di sana.

Pada tanggal 28 Juli 2007, lubang kawah besar muncul di permukaan di atas tambang Berezniki #1 yang telah ditutup itu. Disebabkan oleh perembesan air tanah yang datang tiba-tiba ke terowongan bawah tanah.

Lubang kawah ke-2, ukuran mula-mula 50 x 70 meter dan kedalaman 15 meter pada Juli 2007, secara dramatis meluas menjadi 437 x 323 meter dan kawahnya sedalam 100 meter pada November 2008.

Pada tanggal 25 November 2010, sebuah gerbong kereta api tenggelam ke dalam lubang kawah di stasiun kereta Berezniki. Kemudiannya,  lubang kawah bertambah lebar secara signifikan dan banjir. Setelah kejadian itu stasiun kereta api ditutup secara permanen.

Pada Desember 2011, sebuah lubang kawah baru mucul di dekat gedung administrasi tambang Berezniki. Karena proses penurunan permukaan tanah yang terus menerus, banyak retakan muncul di lebih dari 25 bangunan apartemen di Berenzniki.

Hingga saat ini, sekitar 1.200 orang harus dipindahkan dari apartemen dan rumah mereka. Menurut perkiraan baru-baru ini, sekitar 12.000 penduduk Berezniki harus meninggalkan rumah mereka dalam waktu dekat karena kemungkinan penurunan permukaan tanah menjadi lubang kawah akibat kegiatan penambangan kalium.

Tak perlu dikatakan, karena kenyataannya ada yaitu, bahwa penduduk di daerah ini hidup dalam mimpi buruk yang terus menerus terancam oleh kemungkinan yang tiba-tiba tenggelam ke tanah.

Hanya manusia yang bernalar yang bisa memahami peristiwa ini, seperti yang telah diuraikan diatas. Mari saksikan Video Drone (klik --->) KOTA BEREZNIKI DITELAN BUMI. Selamat menyaksikan. Semoga menjadi pelajaran bagi kaum beriman. Billahit Taufiq wal-Hidayah. □ AFM


Sumber:
http://www.mining.com/more-insane-pictures-of-russian-potash-mine-disaster-43899/
https://en.wikipedia.org/wiki/Berezniki
https://www.youtube.com/embed/yDuUJJoli5k
Imeje dasar dari foto-foto dari www.mining.com, wikipedia, google □□